Dialog pemanis

Aku ingin hanyut bersama hujan

Jangan nanti kamu menggigil

Menggigilpun aku tak apa, asal aku tersangkut di tempat yang tepat…

Kalau hanya sekedar singgahan?

Kau tak akan bermuara, mengambang kesamudra

Terlalu luas tuk mengarungi sendiri

Tak ada kawan, sendiri bersama ombak

Terlalu pahit tanpa pemanis

Walau dengan pemanis, tapi seribu manis…ohhhh

Lalu?

Kencing manis sudah!

Berakhir?

Masih bisa di obati

Aaah… aku tak yakin

Masih ada dokter, dukun, tabib, alternatif,klinik. Semua bisa dicoba satu persatu.

Aku maunya kamu..

Iklan

Apa sih kamu?

Setumpuk raut baru yang ku kenal

Memintaku membuka pintu yang dulunya kujaga rapat

Penuh negosiasi memang.

Jiwaku pernah terluka, dulu..

Ragaku masih sehat

Asal kau tau keras usahaku memulihkannya

Seharusnya kau tak se enaknya datang

Meminta membukakan pintu

Seharusnya kau pikir dulu sebelum memulai

Bukannya otak berada di dalam kepalamu?

Jika memang usahamu tak serius itu

Tak seharusnya kau mengucapkan sebuah rasa

Yang pada akhirnya kau tinggalkan tanpa pertanggungjawaban

Dan hanya menyisakan gantungan tanda tanya.(z2)